Langsung ke konten utama

Bringing Idea Into Reality



Assalamualaikum, halo. Postingan kali ini sepertinya akan agak berisi ya (semoga). Hehe. Mumpung dapet kesempatan sharing sedikit sama tementemen dari mercusuar bangsa J
Jadi, sesuai judul dari diskusi online kali ini “Bringing Idea Into Reality”, saya akan mencoba berbagi tentang bagaimana cara mendapatkan ide dan mengelolanya dengan baik. Ide yang akan bahas disini konteksnya dalam dunia penelitian dan kepenulisan ya.  Semoga bermanfaat J
Sebelumnya, saya sendiri sudah cukup familiar dengan dunia penelitian dan lombalomba dari SMP. Ada banyak saat dimana saya harus legowo untuk menerima bahwa ide saya tidak cukup baik untuk bersaing dengan temanteman yang lain atau mungkin tidak uptodate dan kurang memberikan solusi yang baik terhadap masalah yang ada. Sampai tiba saat saya kuliah dan Alhamdulillah diberi kesempatan untuk ikut beberapa lomba penelitian dan kepenulisan baik tingkat nasional dan international.
Kemudian, banyak yang bertanya pada saya, gimana sih cara cari ide yang baik? Nah, jujur aja kalau ditanya seperti ini saya agakagak bingung jawabnya hehe. Karena menurut saya sendiri ide itu sebenarnya merupakan stimulus dari apa yang kita lihat, dengar atau rasakan. Bisa secara sengaja ataupun nggak sengaja. Nah lho bingung nggak tuh? Wqwq.
Jadi gini, ide itu umumnya datang dari masalah yang kita lihat, dengar atau rasakan baik secara sengaja ataupun nggak sengaja. Secara sengaja nih contohnya waktu kamu lagi scrolling timeline instagram, ada foto yang nunjukin kalo di Belanda sekarang udah ada tuh produk makanan yang diolahnya dari foodwaste terus secara ngga langsung kamu tertarik dani muncul ide. Wah gimana kalo di Indonesia juga ada hal semacam itu? Gitu. Atau misalnya nih kamu lagi nonton TV terus ada berita soal impor garam garagara produksi garam nasional yang macet waktu musim hujan datang. Lihat berita itu kamu jadi kepikiran, “Wah kalo gitu sistem pengolahan garamnya harus diperbaiki. Nggak bisa kalo ngandalin sinar matahari terus. Ada nggak ya teknologi lain yang bisa diaplikasikan untuk membantu petani garam Indonesia?” Nah pertanyaan semacam ini yang kemudian biasanya mendorong seseorang untuk mencari tahu lebih lanjut sampai akhirnya mendapat ide penyelesaian masalah yang  cemerlang.
Lalu gimana dengan memperoleh ide dengan cara yang disengaja? Contohnya begini, kamu lagi pengen ikut suatu lomba kepenulisan lalu sengaja bacabaca jurnal terkait tema lombanya, diskusi sama dosen sampai akhirnya menemukan solusi tentang isu terkait. Gitu.
Jadi intinya, gimana sih tips dapet ide yang baik? Membiasakan diri berpikir kritis dan membentuk lingkungan yang baik. Ada pepatah yang bilang who surrounded yourself with, you become. Semacam itu. Kalau kamu ingin punya penelitianpenelitian yang kece maka bertemanlah dengan mereka yang lebih dulu punya penelitian kece. Sedikit banyak pasti kalian akan ketularan kecenya. Hehe. Lalu, udah gitu aja tipsnya? Emm enggak si, di bawah ini saya coba list ya beberapa kegiatan yang mungkin bisa dilakuin temanteman untuk dapat memperoleh ide yang kece:
  • Temukan passion kalian di bidang apa. Melakukan hal yang kalian cintai tentu akan sangat menyenangkan kan? Contohnya saya yang sadar dengan minat saya pada bidang food processing, maka saya akan sangat concern pada isu terkait di biang tersebut.
  •  Selanjutnya, kalau misal udah nemu bidang yang disuka, mulai deh kelilingi hidup kalian dengan halhal berbau bidang tersebut. Misal dengan follow akunakun terkait di instagram, langganan newletter dari badan atau organisasi yang bersangkutan dsb. Hal ini sangat membantu sekali membiasakan diri dengan isu terkini dari bidang yang kita sukai.
  • Udah ngelakuin dua hal di atas tapi masih belom nemu ide? Wah, kayanya kalian kurang peka nih anaknya wqwq. Jadilah lebih peka terhadap lingkungan. Masalah di sekeliling kita itu udah menumpuk saking banyaknya. Jadi nggak mungkin deh rasanya kalian nggak nemu masalah untuk dicari solusinya kalo kamu udah cukup peka. Hehe
  • Oya, ide yang bagus itu juga nggak serta merta cepat lho dapatnya. Contoh aja kasus petani garam yang saya tulis di atas. Misal kalian tertarik dengan isu tersebut, kemudian mencari tahu metode penyelesaian baik dari artikel, jurnal, atau ngobrol dengan dosen/guru yang ahli. Nah lalu nemu metode yang cocok untuk diaplikasikan. Jangan berhenti sampai disitu ya. Coba bikin analisis SWOTnya lalu lihat lagi apakah metode itu benarbenar cocok? Kalau enggak jangan putus asa, coba gali terus sampai nemu cara yang paling sesuai.

Kemudian aspek bringing idea into reality ini eksekusinya tergantung temen2 ya hehe. Kalau yang mungkin rezekinya berlebih realisasinya bisa pakai dana pribadi. Emm tapi kebanyakan si kita caricari funding ya ehehe. Cari fundingnya sendiri bisa dari banyak banget sumbernya contohnya dari pemerintah, NGO, swasta, BUMN, institusi. Banyak banget pokoknya sumber funding, Tinggal pinterpinter kita aja cari informasi.
Mungkin segitu dulu ya pembukaannya. Hehe. Semoga bisa sedikit memberikan gambaran. Kalau ada pertanyaan mungkin bisa ditanyakan di sesi tanya jawab. Akhir kata Wassalamualaikum J


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menjawab Pertanyaan "Kapan?"

Assalamualaikum. Halo.. Hai.. Mau sedikit cerita, sisa lebaran kemarin.. Sore itu, satu chat masuk ke wassap. Dari seorang teman jaman kuliah kemaren. Sebutlah namanya Juki. Kira-kira begini isinya Juki: Assalamualaikum Gita, Mohon maaf lahir batin ya.. Gita: Waalaikumsalam. Iya Juk, maaf lahir batin juga ya.. Juki: Undangannya jangan lupa ya git.. Gita: Undangan apa Juk? (purapura nggak peka) Juki: Ya mungkin undangan syukuran, lamaran, atau bisa juga undangan nikah.. Glek. Alamak ini anak baru juga minta maaf uda bikin dosa lagi dia. Jangan ditiru ya teman-teman. Wkwk. Becanda Ngomong-ngomong soal pertanyaan “kapan” ini, pastilah kita semua pernah mendapatkan pertanyaan semacam itu. Kapan sendiri banyak macamnya. Nggak akan ada habisnya. Dan tentu saja yang paling hits dikalangan seumuran saya ini tentu saja jenis kapan yang “Kapan Nikah?” Untuk yang sudah punya pasangan pasti enteng-enteng saja ya jawabnya. Lain lagi ceritanya kalau macam saya yang b...

Kenapa Juga Resah?

Padahal, Allah sebaik-baiknya perencana. Kenapa masih aja resah? Padahal, Allah yang paling tau apa yang kita butuh, kenapa masih juga ragu? Ah manusia, begitu mudahnya kita terlena bisikan-bisikan syeitan untuk terus mempertanyakan ini dan itu. Untuk terus mengelanakan pikiran memikirkan hal-hal yang sudah jadi kuasa Allah. Eh, saya ding tepatnya. Padahal, buat apa? Buat apa mempertanyakan kuasa-NYA? Sudah jelas, apapun yang Allah berikan adalah yang terbaik untuk hamba-hambaNYA. Sudah jelas, apapun takdir yang Allah beri terselip pembelajaran di dalamnya. Sudah jelas juga janji Allah bahwa kemudahan selalu membersamai kesulitan, semudah atau sepelik apapun masalahnya. Jadi inget sama postingan ustadz Hanan Attaki baru-baru ini soal salah satu ayat di surah Al-Insyirah tersebut. Hampir semua orang familiar dengan surah ini, pun dengan arti dan maknanya. Bahwa setiap kesulitan selalu bersama dengan kemudahan. Tapi, apa semua dari kita percaya? I mean, apa semua dari kita benar-benar...