Assalamualaikum mantemans semuaa. Kali ini Gita mau sedikit sharing. Alhamdulillah kapan hari dapat kesempatan ikutan kulwap mamah muda panutanku, Mba Apik istrinya Mas Gun yang femes itu. Alhamdulillah juga banyak banget ilmu yang bermanfaat dari kulwap itu sampe Gita melongo-longo saking nggak nyangkanya kalo mengurus keuangan keluarga tu, sepenting itu hehe. Tapi jujur sahaja saking banyaknya ilmu yang dishare, jadi bingung ngereviewnya. Ingin di copas semua saja wqwq. Tapi engga ding, insyaallah bakal Gita tulis pelan-pelan dan rinci disini:
A. Tentang Istri dan Kewajiban Penjagaan Harta
“Sebaik-baiknya wanita adalah ia yang menyenangkan bila engkau memandangnya, dan mematuhimu bila engkau perintah, serta menjaga dirinya dan hartamu ketika engkau tidak ada di rumah.”
Dari salah satu pesan Rasuluallah tersebut, jelas sudah bahwa salah satu ciri istri yang baik adalah mereka yang mampu menjaga harta suami maka sudah sepatutnya istri juga harus terus belajar terkait penjagaan harta yang baik terlebih di zaman yang cepat dan terus berkembang ini.
Dari salah satu materi yang beliau berikan, Mba Apik mengatakan bahwa Ayahnya pernah bercerita bahwa menurut Ayah beliau, banyaknya koruptor laki-laki yang terjerat kasus korupsi itu sebenarnya bukan karena mereka ingin melakukannya, tetapi karena ada kesempatan serta dampak dari banyaknya tuntutan dan permintaan istri dirumah, Maka dari itu, menurut Mba Apik “Rezeki yang baik itu bukan yang banyak, akan tetapi rezeki yang baik adalah yang berkah dan senantiasa membawa kita pada kebermanfaatan.” Semoga hal ini senantiasa mengingatkan para wanita, calon istri maupun seorang istri untuk meluaskan syukur kita atas rezeki yang diberikan oleh suami dan senantiasa menjaga rezeki tersebut karena sejatinya penjagaan harta suami oleh istri juga merupakan salah satu bukti rasa syukur istri atas rezeki yang diberikan suami.
Oya, dalam obrolan awal mengenai harta, Mba Apik juga mengingatkan bahwa segala bentuk rezeki yang kita peroleh akan dimintai pertanggungjawabannya nanti di akhirat. Oleh karena itu, seorang istri yang baik haruslah membantu suaminya untuk memperoleh rezeki yang halal dan menghabiskan rezeki mereka di jalan Allah. Contohnya, seorang istri harus membantu suami untuk memperoleh rezeki dari sumber yang jelas dan halal, yang tidak merugikan orang lain dan lingkungan. Selain itu, sebagai manager keuangan keluarga, seorang istri juga tidak boleh dzalim dengan terlalu irit sehingga melalaikan kebutuhan keluarga dan rumah tangga. Serta, senantiasa berikhtiar untuk sedekah di jalan Allah.
Mba Apik juga senantiasa mengingatkan istri dan calon istri dalam kulwap ini bahwa uang hanyalah perantara semata, bukan tujuan utama. Sehingga,prinsip yang harus dipegang adalah “Sederhana, bersahaja, dan selalu merasa haus akan memudahkan urusan orang lain (sedekah).”
B. Pembicaraan Terkait Finansial Keluarga sebelum Menikah
Menurut Mba Apik, sangatlah penting membicarakan perihal keuangan keluarga sebelum melangsungkan pernikahan. Contohnya hal-hal terkait sumber penghasilan calon, gaya hidup, dan value-value lain agar nantinya tidak terjadi perselisihan. Ada baiknya hal-hal tersebut disampaikan dan didiskusikan sebelum pernikahan sehingga kita bisa menakar apakah value dan gaya hidup kita cocok dengan pasangan, dan kalaupun harus ada yang dirubah, apakah hal tersebut bisa ditolerir? Apabila sungkan menanyakan hal tersebut pada pasangan, bisa lewat perantara terlebih dahulu karena bagaimanapun, obrolan soal finansial adalah obrolan yang cukup sensitif bagi laki-laki. Tapi lagi-lagi, hal tersebut sangat perlu untuk dikomunikasikan dengan calon pasangan, apalagi laki-lakilah yang akan menanggung finansial keluarga nantinya. Sehingga apabila wanita perlu dukungan finansial terkait hal-hal tertentu yang tadinya sebelum menikah ditanggung orang tuanya, maka hal tersebut juga wajib disampaikan. Keterbukaan disini sangat penting ya. Lagi-lagi untuk menghindari adanya masalah di kemudian hari. Apalagi, masalah finansial terbukti sebagai akar masalah nomor 2 penyebab perceraian.
Oya, menurut Mba Apik juga, dalam memilih pasangan, pekerjaan suami sebenarnya bukan patokan, tapi kita harus melihat potensi dan upaya kerja kerasnya dalam menjemput rezeki. Begitcuuu
3. Finansial Keluarga
Nah sampai juga pada pembahasan yang paling kompleks sampe Gita sendiri makin binngung reviewnya (lah?) wqwq. Jadi mohon maaf kalo agak mbingungin ntar..
Nah menurut Mba Apik, yang paling utama adalah menyusun dan menyamakan value bersama untuk keluarga. Kalo dari keluarga Mba Apik sendiri value yang utama adalah bebas dari hutang dan riba serta lancar bersedekah. Sehingga, hutang adalah prioritas utama selain kebutuhan wajib rumahtangga yang harus segera diselesaikan apabila memang ada karena sifatnya juga seperti tanggungan.
Kemudian, Mba Apik juga membagi pendapatan ke beberapa pos sebagai berikut:
1. Pos Kebutuhan 40%
2. Pos Sedekah 10%
3. Pos Dana Darurat 10%
4. Pos Hiburan 20%
5. Pos Dana Sosial 10%
6. Pos Tabungan 10%
Tentu saja, besarnya presentase tersebut akan berbeda untuk setiap keluarga, tergantung kebutuhan dan gaya hidup masing-masing. Presentase ini juga fleksibel, tidak harus saklek setiap bulannya segitu. Misal, bulan ini sedang banyak undangan nikahan dan bulan kemaren hiburan sudah 'agak' overbudget, maka bulan ini beberapa persen dana hiburan bisa dialokasikan ke dana sosial.
Nah, Mba Apik sendiri menerapkan sistem 'pencatatan' dalam mengelola keuangan keluarga kecilnya.
Sistem pencatatan ini Mba Apik lakukan untuk memantau setiap aliran dana yang masuk atau keluar serta sebagai bahan review setiap bulannya untuk menjaga agar target keuangan keluarga terpenuhi.
Dalam hal ini, Mba Apik memilih untuk menggunakan Google Form dalam pencatatan keuangan keluarga yang linknya dishare antara suami dan istri sehingga keduanya bisa sama-sama memantau dan melakukan pencatatan langsung setelah selesai melakukan transaksi keuangan. Dari salah satu audience juga memberikan saran menggunakan aplikasi pocket 6 untuk pencatatan finansial ini. Yang jelas, apapun sarana yang digunakan, sistem pencatatan ini sangatlah penting, apalagi untuk keluarga yang menganut value keterbukaan. Hehe
Dengan sistem pencatatan ini juga akan sangat kelihatan nantinya uang kita habis dimana. Apalagi jika terjadi suatu masalah terkait finansial keluarga, maka pencatatan ini akan membantu kita untuk mengelola ulang keuangan keluarga.
Oya, dalam sesi ini Mba Apik kembali mengingatkan bahwa ketika sudah berkeluarga, maka sudah kewajiban suamilah untuk membiayai semua kebutuhan rumah tangga. Maka, hendaknya kita tidak bergantung lagi pada orang tua karena itu bisa saja melukai hati suami. Tapi diperbolehkan jika kita menerima uang dari orang tua sebagai hadiah.
Namun demikian, meskipun sifat membiayai kebutuhan keluarga bagi suami adalah wajib, istri tetap boleh membantu bekerja dengan catatan suami ridla dan uang yang digunakan untuk membiayai kebutuhan keluarga dicatat sebagai amal terbaiknya untuk keluarga.
Selanjutnya, Mba Apik juga sharing sedikit mengenai investasi. Dalam hal ini, keluarga Mba Apik tetap menerapkan valuenya bahwa menyelesaikan hutang adalah prioritas utama selain kebutuhan keluarga sehingga jika tidak ada lagi hutang, maka bolehlah kita mulai memikirkan investasi daripada uang kita mengendap di rekening. Mba Apik sendiri memilih investasi di fintech tanijoy yang sempat Mba Apik bahas di ig storynya (bisa cek di highlight @ajinurafifah kalo penasaran). Selain itu ada beberapa fintech lain yang mungkin bisa dicoba seperti growpal, ternaknesia, igrow dsb. Tapi pesan Gita, jangan lupa perhatikan akadnya ya. Apa sudah sesuai syariat atau belum :)
Sepertinya segitu dulu ya wqwq. Nanti kalo ada yang kurang akan Gita tambain lagi. Semoga sharing dan review ini bermanfaat ya buat tementemen. Sapatau kan ada yang 2019 ngga hanya ganti presiden tapi juga ganti status. Eh? Wqwq. Semangat belajarnya ya mentemen. Semoga Allah catat ikhtiar kita ini sebagai usaha kita memperbaiki diri di jalanNYA. Sekian. Wassalamualaikum..
Komentar
Posting Komentar