Padahal, Allah sebaik-baiknya perencana. Kenapa masih aja resah? Padahal, Allah yang paling tau apa yang kita butuh, kenapa masih juga ragu? Ah manusia, begitu mudahnya kita terlena bisikan-bisikan syeitan untuk terus mempertanyakan ini dan itu. Untuk terus mengelanakan pikiran memikirkan hal-hal yang sudah jadi kuasa Allah. Eh, saya ding tepatnya. Padahal, buat apa? Buat apa mempertanyakan kuasa-NYA? Sudah jelas, apapun yang Allah berikan adalah yang terbaik untuk hamba-hambaNYA. Sudah jelas, apapun takdir yang Allah beri terselip pembelajaran di dalamnya. Sudah jelas juga janji Allah bahwa kemudahan selalu membersamai kesulitan, semudah atau sepelik apapun masalahnya.
Jadi inget sama postingan ustadz Hanan Attaki
baru-baru ini soal salah satu ayat di surah Al-Insyirah tersebut. Hampir semua
orang familiar dengan surah ini, pun dengan arti dan maknanya. Bahwa setiap
kesulitan selalu bersama dengan kemudahan. Tapi, apa semua dari kita percaya? I
mean, apa semua dari kita benar-benar mengingat ayat itu saat kesulitan,
kesempitan sedang menghampiri kita? Apa kita benar-benar mengimplementasikannya
dalam kehidupan sehari-hari kita? Jawabannya bisa iya, bisa tidak. Kadang iya,
seringnya tidak. Astaghfiruallah, naudzubillah.
Tulisan ini saya dedikasikan untuk diri saya sendiri
yang belakangan sering gelisah memikirkan ini dan itu, menimbang nimbang banyak
hal yang akhirnya membuat semangat saya terjun bebas. Membuat saya seakan
kehilangan arah dan kendali atas hal-hal yang ingin saya capai. Padahal, apa
coba hak saya menentukan apa yang akan terjadi pada saya setelah ini? Maksud
saya, kewajiban kita sebagai manusia kan mempersiapkan dan melakukan yang
terbaik, sisanya apapun hasilnya adalah urusan Allah kan? Itulah kenapa niat itu penting. Karena niat
yang tulus akan terintigerasi dengan perasaan ikhlas. Dan perasaan ikhlas sudah
jelas akan mengikis perasaan perusak hati macam resah, gelisah, galau, ragu.
Karena perasaan ikhlas, juga insyaAllah menandakan bahwa kita percaya atas
semua ketetapan Allah. Atas semua-mua yang sudah tertulis di laulul mahfuz
bahkan sebelum alam semesta ini tercipta. Dan sekali lagi, semua ketetapan itu
adalah yang terbaik yang Allah pilihkan untuk kita. Karena seperti salah satu
firman-NYA bahwa “Boleh jadi, kamu membenci sesuatu yang baik bagimu. Dan bisa
jadi, kamu menyukai yang belum tentu baik bagimu. Allah maha mengetahui,
sedangkan kamu tidak.” Dan sekali lagi, jika kita merasa sulit atas takdir yang
sudah Allah tetapkan, maka akan selalu ada kemudahan yang selalu
membersamainya. Pasti.
Jadi, kenapa juga masih resah?
Komentar
Posting Komentar