Mbak nilai bahasa inggrisku belum pass buat daftar, gimana ya? Aku
lagi kerja, gimana ya susah bagi waktunya buat belajar. Tesnya sekarang jadi
makin susah ya? Aku ragu.. Tirakatnya ngapain aja mba? Dan lainlain. Pertanyaan
pertanyaan serupa cukup banyak ditanyakan pada saya dan pasti beberapa orang
lain yang juga pernah mengikuti serangkaian tes beasiswa. Saya sendiri, juga
sering sekali menanyakan hal tersebut pada diri saya sendiri. Nilai bahasa inggris
saya paspasan, lebih tepatnya pas aja buat daftar beasiswa, ngga pass buat
daftar kampus yang ingin saya tuju. Wkwk. Aspek speaking dan writing saya juga
ngga bisa dibilang baik. Saya kerja senin sampai jumat full time berangkat jam
7 pulang jam 5 kalau ngga molor kalo molor yaa gitu, belom rejeki hehe. Jadi,
dengan realita seperti itu apa saya masih ingin daftar beasiswa? Apa saya masih
mampu menjalani serangkaian tes yang pressureable (apasi Xd) plus tekanan yang
juga cukup berat dari kerjaan? Well, kalau akhirnya saya memilih mundur saat
itu, sekarang mungkin saya masih akan bertanyatanya apakah saya bisa melaluinya,
atau tidak. Tapi saya memilih untuk memberanikan diri mencoba, melawan semua
pertanyaan yang ada. Dan postingan ini pure saya tulis untuk sekedar sharing
mengenai behind the scene atau ikhtiar yang saya lakukan selama proses
mengikuti seleksi LPDP LN 2017 lalu. Semoga bisa membantu menjawab kegalauan,
kegundahan mentemen semua yaa J
Seperti yang sudah saya tulis di atas, saya daftar LPDP LN 2017 ini
benarbenar modal nekat. Saya cuma pakai toefl ITP tahun lalu yang memang
diwajibkan diambil sebelum lulus kuliah. Alhamdulillahnya, jalur LPDP Afirmasi
yang saya ambil masih memeprbolehkan pesertanya mendaftar menggunakan
sertifikat toefl ITP. Dan walaupun tahun ini terjadi peningkatan persyaratan
yang cukup signifikan dibanding tahun lalu, Alhamdulillah saya masih bisa masuk
kriterianya. Alhamdulillah. Alhamdulillah. Alhamdulillah. Saya juga masih kerja
saat mempersiapkan pendaftaran. Banyak yang bertanya apakah saya tidak ingin
resign terlebih dahulu? Well, saya tahu sih resign akan memberikan waktu yang
lebih banyak untuk persiapan dan belajar. Sayangnya, saya tipikal orang yang
cepat stress kalau jadwal saya lowonglowong saja. Saya tipikal orang yang malah
akan bermalasmalasan kalau punya waktu yang panjang. Karena itu, saya kekeuh
tetep kerja kemarin. Sambil menyiapkan semua hal terkait pendaftaran dan
serangkaian tes, saya tetap kerja dengan segala macam beban kerja yang harus
saya tanggung setiap harinya. Okeoke cukuplah ya pembukaannya udah 2 paragraf
sendiri hehe. Intinya, saya orang yang biasyaa syekali. Banyak yang jauh lebih
baik dan kompeten dibanding saya. Jadi, apa saja yang saya lakukan menjelang
tes LPDP LN 2017?
Ikhtiar yang kenceng pastinya. Ikhtiar 2 arah. Ikhtiar ke Allah dan
ikhtiar belajar untuk setiap tahapan tesnya. Akan saya jelaskan satupersatu ya,
semoga bermanfaat.
a.
Ikhtiar ke Allah tentu saja
merupakan cara saya merayu Allah agar Allah mudahkan setiap usaha yang saya lakukan.
Agar Allah lapangkan dan berkahi setiap langkah saya. Ada yang tanya tirakat
apa saja yang saya lakukan. Sederhana saja sebenarnya. Menjaga yang wajib dan
membiasakan yang sunnah. Contohnya? Menjaga sholat di awal waktu, ditambah
sholat sunnah seperti dhuha, tahajud, sholat hajat dan sholat rawatib. Menjaga
puasa wajib ramadhan ditambah puasa sunnah lain seperti puasa syawal, arafah
dan senin kamis rutin. Membiasakan sadaqah dan mementingkan kepentingan orang
lain sebelum kepentingan pribadi. Membiasakan menolong agar Allah tolong dan
lapangkan kesempitan. Yang terakhir ini saya akui luar biasa pengaruhnya. Ini
maksudnya bukan ikhtiar saya yang lain tidak lebih baik hasilnya. Hanya saja
saya ingin mengungkapkan rasa terimakasih saya pada orangorang yang banyak
berjasa membantu saya dalam proses seleksi kemarin. Tanpa orangorang yang luar
biasa, saya benarbenar tidak akan bisa melalui semuanya. Bantuan mereka semua
sungguh sangat berarti dan memudahkan saya melalui setiap kesulitan yang
ada. Mulai dari keluarga terdekat yang
senantiasa mendukung dan mendoakan, sahabatsahabat yang ikhlas membantu,
dosendosen yang membuka tangan lebarlebar, sampai pihakpihak yang baru saya
temui selama proses namun sangat membantu seperti dokter dan semua petugas di
RSUD Bojonegoro, temanteman yang baru ketemu di GKN saat seleksi, sampai
penjual soto daging di samping GKN hehe. Tapi beneran, saya merasa pertolongan Allah begitu dekat. Rasanya
Allah benarbenar membuka jalan untuk saya. Alhamdulillah. Alhamdulillah. Alhamdulillah.
b.
Ikhtiar belajar. Hehe jujur
saja, menurut pengalaman saya kemarin, ini cukup sulit dilakukan. Apalagi
dengan ritme aktivitas seharihari yang cukup padat. Banyak juga yang tanya,
masih kerja apa ada waktu belajar? Ada saja. If you want something that much,
you will never find an excuse. Itu sih prinsip saya. Wqwq ya walaupun
kadangkadang saya langgar juga. ebenarnya, waktu yang terbatas ini bisa kita
siasati dengan perencanaan yang matang. Kalau saya kemarin, memang sudah
merencanakan akan mendaftar LPDP di tahun 2017 sejak tahun 2016 kemarin.
Jadilah mulai 2016 pertengahan saya sudah mulai mempersiapkan diri. Saat itu
saya sudah membuat target bulanan apa saja yang harus saya selesaikan untuk
menyicil persiapan pendaftaran LPDP. Semakin mendekati hari tes target tersebut
menyempit menjadi target mingguan dan harian.Saya merencanakan semuanya dari
setahun lalu karena saya sadar betul aktivitas harian saya seperti apa, tidak
punya banyak waktu seperti mungkin pesertapeserta lain yang tidak bekerja atau
bekerja dengan ritme yang tidak sepadat saya. Yang saya lakukan setiap harinya
tidak banyak sebenarnya, tapi saya mencoba untuk konsisten. Kenapa cuma
sedikit? Karena jujur saja energi saya sudah habis duluan sepulang kerja
wqwq.Saya biasa belajar selepas isya dan selepas subuh. Yang selepas isya ini
banyak khilafnya haha. Sering juga ketiduran pas lagi latian nulis essay. Atau
terjebak chat chat asyiq sama temen. Yah, melakukan hal baik memang banyak
godaannya kan? Alesan aja hehe. Tapi saya benarbenar berusaha keras untuk
konsisten belajar. Kuper ya? Nggak juga sih. Saya tetap menyemoatkan diri untuk
membahagiakan diri saya di waktu luang kok. Saya ngga mau aja karena terlalu
stress sampai sakit hehe.
Sebenernya itu aja sih ya ikhtiar yang
saya coba lakukan kemarin. Oya, ada satu lagi sebenerny. Doa dan restu dari
orang tua. Jangan sampai lupa minta restu dan doa orang tua ya manteman. Jangan
lupa juga selalu minta maaf kepada orang tua jika kita ada salah. Ridho orang
tua apalagi ibu adalah ridho Allah juga, insyaallah ketika orang tua ridho
Allah bukakan jalan untuk kita. Segitu aja si mungkin. Kalau ada yang mau
tanyatanya lebih lanjut feel free to ask via DM Ig first ya @agintafriska.
Terakhir, untuk siapapun yang sedang samasama berjuang, jangan sampai rintangan
apapun itu mengalahkan mimpimu. Bangkit, dan tetaplah berjuang. Semoga Allah
senantiasa mudahkan. Aamiin ya rabb.
Komentar
Posting Komentar