Pernah
ngga sih merasa pengen share sesuatu tapi merasa insecure sama tanggapan netijen di sekitar kalian? Gita, cukup
sering sayangnya. Kadang tau sesuatu itu salah, nggak bener, tapi takut
mengingatkan. Takut menyinggung, takut dikira sok tau, sok ikut campur, you
named it. Truthfully I’m not a kind of person who mind everyone business, I try
to mind my own business. Tapi pasti ada kan, suatu saat dalam hidup kalian
dimana kalian pengen share good things, spread positivity. Karena surrounded by negative vibes itu
melelahkan cuy! And I’m currently
realize that I’m totally sick on it.
Tapi
sayangnya, spreading good things ternyata ngga semudah itu. Apalagi, kalau
lingkunganmu nggak mendukung. Akan tetep ada aja yang nyinyir kesana kemari.
Media sosial mungkin sekarang sangat sangat mendukung penggunanya untuk
menyebarkan banyak hal baik, dan sebaliknya. But again, pertanyaan yang sering
muncul di pikiran Gita ketika ingin menyampaikan beberapa hal adalah “Euhm,
Git, are u okay if ur followers read this and they get annoyed, talk behind
you, or even worse hate you someday just bcz they don’t get the point of
what u want to explain? Is it worth to do? Why you put so much effort on it? Go
back mind ur own life!” Then it drives me to not doing anything. Talking in
silence. Sometimes, blaming my self to not even care to my surrounding.
Sampai
akhirnya pagi ini keinget salah satu kajian ustadz Khalid Basalamah yang
intinya kaya gini “Ketika kamu ingin menunaikan kebaikan, dan kamu mampu
sekarang, maka segera lakukan.” And it suddenly reminds me to numerous
inspirational influencers out there, who influence me and milions people, also experience the same. The same insecurity of netizen
feedback when they firstly try to speak up, try change people mind’s and habit,
try to end up any negativity around, and develop a better society. Bayangin
kalo orang orang baik itu give up sama kaya gita sebelum sebelumnya. Maju
mundur ga cantik. Hidup kita akan gitu gitu aja. Indonesia mungkin akan jauh
lebih lama merdeka kalau golongan muda nggak nyulik Bung Karno dan Bung Hatta
ke Rengasdengklok dulu. Kulit hitam juga mungkin masih aja direndahkan di luar
sana kalo gaada orang orang berani macam Nelson Mandela yang berjuang untuk
kesetaraan ras. Wqwq so old ya contohnya. Lemme say another name, the recent
social media influecer: Gita Savitri. I’m a fans of her, even yah I’m not 100%
agree w/ her thoughts. But lemme say thank you bcz she successfully influence
me to try stay positive and love my self more. Mungkin dulu gitasav juga ngga
pernah nyangka kalau vlog, instastory ataupun postingan blognya banyak
menginspirasi orang orang untuk berubah. Mungkin dulu dia juga merasakan
insecurity yang sama. Tapi dia ga peduli. Di tetep aja ngepost ini itu. She
focuses on the goal. Spreading positivity, get rid of any negativity.
So
today I say to my self that I have to making
A MOVE. No matter what. I f I have to say something, I have to say it as
long as it good. If I have to share something, I have to share it as long as I
capable to share. Menyebarkan yang baik baik memang banyak rintangannya. And I
have to ignore it, particularly the insecurity I felt before. Well, I’m not trying to be an influencer or
anything. I just want to get better. The better version of me who care and
take a part in society development. The better version of me who play my role
in community. Gitu. Tapi jangan aku aja ya, berat soalnya. Wqwq. Kamu juga.
Gimana?
Komentar
Posting Komentar