Langsung ke konten utama

Expectation..




People don’t hurt, expectation does.

The more I think about it, the more I aware that expectation really sucks.

This morning, one of my close friends texted me. She said that she has just broken up with her fiancée. At first, I misunderstood it. I thought she was lying. Till I realize something. What kind of person who is brave enough to make such kind of jokes right?

 I texted her back like three times. No answer. I opened up her instagram account and meticulously looked at her posts. No photo of her fiancée. No photo of her engagement day. Okay, first evidence. Then I searched her (ex) fiancée account on her following list. Nothing. Second evidence. And finally, she replied. Confirming that her engagement has already ended. I was bitterly shocked. I read her text over and over. And I could vividly see the scar she tried to hide. It must be hard for her. Surely. She expected many things. So did I. So honestly I couldn’t imagine how hurt she is at the moment. 

Well, that’s just one distinct example of how expectation could really hurt or even kill someone’s hope. Did I ever experience it? Obviously, yes. Do I stop expecting then? Sadly, no.

It’s undoubtedly difficult right to expect nothing in your life, particularly me. The one who really in love living in my own world. Wondering and expecting this and that. Whereas, I fully aware that I might fall or hurt when the reality couldn’t meet my expectation. But that’s okay. Whenever I feel disappointed I always remember one wonderful ayat which will profoundly influence me to deal with something which I never expect before.

“But perhaps, you hate a thing and it’s good for you. And perhaps you love a thing but it’s bad for you. Allah knows, while you don’t know.” (QS. 2:216)

Ah, this ayah is really something. It certainly reminds me to rely everything on the owner of this whole world: Allah. Reminds me that I’m nothing without Him. Reminds me that whatever happens in my life is the best for me. Reminds me that there’s always a silver lining in every cloud. He promises it, and He never fails to surprise us with His unpredictable, unbelievable yet amazing life path. Therefore, we should never doubt His promise. We should never blame anyone for anything. It’s easy to write right? But let’s move to the next phase. Let’s slowly learn to expect less and rely on His decision. Cz I really think that it's not people who hurt us, but our expectation towards them. Or our expectation towards our own self. Therefore, we really need to learn how to expect well and how to accept our life destiny :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bringing Idea Into Reality

Assalamualaikum, halo. Postingan kali ini sepertinya akan agak berisi ya (semoga). Hehe. Mumpung dapet kesempatan sharing sedikit sama tementemen dari mercusuar bangsa J Jadi, sesuai judul dari diskusi online kali ini “Bringing Idea Into Reality”, saya akan mencoba berbagi tentang bagaimana cara mendapatkan ide dan mengelolanya dengan baik. Ide yang akan bahas disini konteksnya dalam dunia penelitian dan kepenulisan ya.   Semoga bermanfaat J Sebelumnya, saya sendiri sudah cukup familiar dengan dunia penelitian dan lombalomba dari SMP. Ada banyak saat dimana saya harus legowo untuk menerima bahwa ide saya tidak cukup baik untuk bersaing dengan temanteman yang lain atau mungkin tidak uptodate dan kurang memberikan solusi yang baik terhadap masalah yang ada. Sampai tiba saat saya kuliah dan Alhamdulillah diberi kesempatan untuk ikut beberapa lomba penelitian dan kepenulisan baik tingkat nasional dan international. Kemudian, banyak yang bertanya pada saya, gimana sih cara car...

Menjawab Pertanyaan "Kapan?"

Assalamualaikum. Halo.. Hai.. Mau sedikit cerita, sisa lebaran kemarin.. Sore itu, satu chat masuk ke wassap. Dari seorang teman jaman kuliah kemaren. Sebutlah namanya Juki. Kira-kira begini isinya Juki: Assalamualaikum Gita, Mohon maaf lahir batin ya.. Gita: Waalaikumsalam. Iya Juk, maaf lahir batin juga ya.. Juki: Undangannya jangan lupa ya git.. Gita: Undangan apa Juk? (purapura nggak peka) Juki: Ya mungkin undangan syukuran, lamaran, atau bisa juga undangan nikah.. Glek. Alamak ini anak baru juga minta maaf uda bikin dosa lagi dia. Jangan ditiru ya teman-teman. Wkwk. Becanda Ngomong-ngomong soal pertanyaan “kapan” ini, pastilah kita semua pernah mendapatkan pertanyaan semacam itu. Kapan sendiri banyak macamnya. Nggak akan ada habisnya. Dan tentu saja yang paling hits dikalangan seumuran saya ini tentu saja jenis kapan yang “Kapan Nikah?” Untuk yang sudah punya pasangan pasti enteng-enteng saja ya jawabnya. Lain lagi ceritanya kalau macam saya yang b...

Kenapa Juga Resah?

Padahal, Allah sebaik-baiknya perencana. Kenapa masih aja resah? Padahal, Allah yang paling tau apa yang kita butuh, kenapa masih juga ragu? Ah manusia, begitu mudahnya kita terlena bisikan-bisikan syeitan untuk terus mempertanyakan ini dan itu. Untuk terus mengelanakan pikiran memikirkan hal-hal yang sudah jadi kuasa Allah. Eh, saya ding tepatnya. Padahal, buat apa? Buat apa mempertanyakan kuasa-NYA? Sudah jelas, apapun yang Allah berikan adalah yang terbaik untuk hamba-hambaNYA. Sudah jelas, apapun takdir yang Allah beri terselip pembelajaran di dalamnya. Sudah jelas juga janji Allah bahwa kemudahan selalu membersamai kesulitan, semudah atau sepelik apapun masalahnya. Jadi inget sama postingan ustadz Hanan Attaki baru-baru ini soal salah satu ayat di surah Al-Insyirah tersebut. Hampir semua orang familiar dengan surah ini, pun dengan arti dan maknanya. Bahwa setiap kesulitan selalu bersama dengan kemudahan. Tapi, apa semua dari kita percaya? I mean, apa semua dari kita benar-benar...