Langsung ke konten utama

Cerita Patah Hati

Juanda, 13 Agustus 2019

Rasanya dunia runtuh gengs. Dunia aku ajasi.
Lagi antri di metal detector.
"Mbak, dia uda punya pacar." Kata seseorang. Aku melongo aja. Becanda. Dia mungkin becanda.

Soekarno-Hatta 13 Agustus 2019

Ngga becanda. Kamu uda punya seseorang ternyata. Rasa mi kuah solariaku yang pada dasarnya nggak ada rasanya, makin bikin pengen muntah.

Sedih. Mau nangis gengs. Kayanya kalopun aku nangis gapapa kali ya. Dikiranya palingan baper karena mau ninggalin Indonesia. Padahal.. Iya sedih juga sih, Tapi fakta kalo kamu uda punya 'seseorang' beneran bikin gadis cengeng 25 tahun ini nggak tahu harus bersikap gimana.

Sedih. Mau nangis. Belom punya temen deket. Plus fakta mau pindah ke negeri orang.

Hari yang uda aku tunggu dari 5 taun yang lalu, mendadak jadi biasa aja gara-gara masalah perasaan.

Rendang garuda yang katanya enak nggak tersentuh sama sekali.

Wageningen, 20 Agustus 2019
 Bangun siang masih jetlag. Hape penuh ucapan selamat. Apaan deh. Padahal dia menjalin hubungan sama yang lain. Aku yang dikasi selamat. Lagi-lagi patah hai mengharu biru. Sampe lupa kalo ayah ulang taun hari itu.

Wageningen, lupa tanggal berapa
Aku tau kamu mau menikah.

Nangis sampe sesek. Gile, nggak nyangka aku bisa nangis begitu. Hahahah

Eindhoven, November 2019

Kamu nulis. "Semangat ya Dini <3" di depan aku. Ga karuan lagi hati ini.

Hari ini, ketemu kamu ternyata masih nggak karuan ya rasanya. Enggak, bukan karena aku secinta itu. Tapi kisah ini itu membuka lagi trauma lama aku.

Sekarang, aku rasanya ngga percaya, ada nggak ya orang yang beneran sayang dan mau nikah sama aku? *lebaaay

Aku yang masih belajar agama, yang ngga jelas, kekanakan, berantakan, ngga pinter, banyak kurangnya.

Ada nggak? Hmm

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bringing Idea Into Reality

Assalamualaikum, halo. Postingan kali ini sepertinya akan agak berisi ya (semoga). Hehe. Mumpung dapet kesempatan sharing sedikit sama tementemen dari mercusuar bangsa J Jadi, sesuai judul dari diskusi online kali ini “Bringing Idea Into Reality”, saya akan mencoba berbagi tentang bagaimana cara mendapatkan ide dan mengelolanya dengan baik. Ide yang akan bahas disini konteksnya dalam dunia penelitian dan kepenulisan ya.   Semoga bermanfaat J Sebelumnya, saya sendiri sudah cukup familiar dengan dunia penelitian dan lombalomba dari SMP. Ada banyak saat dimana saya harus legowo untuk menerima bahwa ide saya tidak cukup baik untuk bersaing dengan temanteman yang lain atau mungkin tidak uptodate dan kurang memberikan solusi yang baik terhadap masalah yang ada. Sampai tiba saat saya kuliah dan Alhamdulillah diberi kesempatan untuk ikut beberapa lomba penelitian dan kepenulisan baik tingkat nasional dan international. Kemudian, banyak yang bertanya pada saya, gimana sih cara car...

Menjawab Pertanyaan "Kapan?"

Assalamualaikum. Halo.. Hai.. Mau sedikit cerita, sisa lebaran kemarin.. Sore itu, satu chat masuk ke wassap. Dari seorang teman jaman kuliah kemaren. Sebutlah namanya Juki. Kira-kira begini isinya Juki: Assalamualaikum Gita, Mohon maaf lahir batin ya.. Gita: Waalaikumsalam. Iya Juk, maaf lahir batin juga ya.. Juki: Undangannya jangan lupa ya git.. Gita: Undangan apa Juk? (purapura nggak peka) Juki: Ya mungkin undangan syukuran, lamaran, atau bisa juga undangan nikah.. Glek. Alamak ini anak baru juga minta maaf uda bikin dosa lagi dia. Jangan ditiru ya teman-teman. Wkwk. Becanda Ngomong-ngomong soal pertanyaan “kapan” ini, pastilah kita semua pernah mendapatkan pertanyaan semacam itu. Kapan sendiri banyak macamnya. Nggak akan ada habisnya. Dan tentu saja yang paling hits dikalangan seumuran saya ini tentu saja jenis kapan yang “Kapan Nikah?” Untuk yang sudah punya pasangan pasti enteng-enteng saja ya jawabnya. Lain lagi ceritanya kalau macam saya yang b...

Kenapa Juga Resah?

Padahal, Allah sebaik-baiknya perencana. Kenapa masih aja resah? Padahal, Allah yang paling tau apa yang kita butuh, kenapa masih juga ragu? Ah manusia, begitu mudahnya kita terlena bisikan-bisikan syeitan untuk terus mempertanyakan ini dan itu. Untuk terus mengelanakan pikiran memikirkan hal-hal yang sudah jadi kuasa Allah. Eh, saya ding tepatnya. Padahal, buat apa? Buat apa mempertanyakan kuasa-NYA? Sudah jelas, apapun yang Allah berikan adalah yang terbaik untuk hamba-hambaNYA. Sudah jelas, apapun takdir yang Allah beri terselip pembelajaran di dalamnya. Sudah jelas juga janji Allah bahwa kemudahan selalu membersamai kesulitan, semudah atau sepelik apapun masalahnya. Jadi inget sama postingan ustadz Hanan Attaki baru-baru ini soal salah satu ayat di surah Al-Insyirah tersebut. Hampir semua orang familiar dengan surah ini, pun dengan arti dan maknanya. Bahwa setiap kesulitan selalu bersama dengan kemudahan. Tapi, apa semua dari kita percaya? I mean, apa semua dari kita benar-benar...